Pemberkasan dan TKD STAN 2014 (bagian 1)


Pada beberapa minggu yang lalu angkatan 2010 merasakan proses yang cukup berbeda dengan angkatan 2009. Salah satu yang paling kentara adalah digabungkannya proses pemberkasan dengan pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD), dan pemusatan TKD di ibukota.  Ini cukup membikin kami ketar-ketir dalam mempersiapkan banyak hal, bukan hanya mempelajari materi TKD, melainkan juga mempersiapkan berkas, transportasi, dan akomodasi ke ibukota bagi yang tinggal nun jauh di sana, dalam waktu yang menurutku serba mepet. Artikel ini akan membahas seluk beluk dan beragam catatan dan sampah yang entah berguna entah tidak yang timbul selama proses tersebut.

Komparasi Jadwal Tahun 2013 dan 2014

Kronologi 2013 2014
Wisuda pada bulan Oktober tahun sebelumnya
Pemberitahuan Himbauan Mempersiapkan TKD tidak ada 21 Juli
Pengumuman TKD 26 Juli 12 Agustus
(sekaligus Pengumuman Pemberkasan)
Registrasi Online TKD, termasuk polling minat instansi penempatan 27 Juli – 1 Agustus
(3 pilihan instansi, semua spesialisasi bisa memilih semua instansi, ada polling lokasi TKD)
13 – 18 Agustus
(2 pilihan instansi, pilihan instansi bergantung pada spesialisasi masing-masing, TKD dipusatkan di Jakarta)
Pengumuman Jadwal dan Lokasi TKD I 21 Agustus 20 Agustus
Pelaksanaan TKD I 26 – 31 Agustus 25 – 30 Agustus
(sekaligus Pelaksanaan Pemberkasan)
Pengumuman Hasil TKD I 5 September
(sekaligus Pengumuman Penempatan Eselon 1)
8 September
(belum dilakukan)
Pemberkasan Fisik yang Lulus TKD I 10 – 13 September sudah dilakukan
Selanjutnya: belum tahu

Kalau melihat jadwal, ternyata tanggal pelaksanaan TKD angkatan 2010 hanya terpaut sehari dengan angkatan 2009. Yah, andai saja ini sudah kami ketahui sejak lulus wisuda, mungkin kehidupan selama 9 bulan menunggu akan lebih terarah dan tentram. :)

Setelah tanggal pasti TKD diumumkan, rasanya campur aduk. Di satu sisi, bahagia karena hal yang dinantikan sudah tiba. Di sisi lain, panik tak terkira karena dalam kurun waktu kurang dari dua minggu harus mempersiapkan banyak hal. Yang harus dipersiapkan mulai dari: belajar materi TKD, mempersiapkan berkas, transportasi, dan akomodasi di Jakarta. Pengurusan berkas di instansi tertentu pun hanya bisa efektif selama 7-8 hari, untuk 3 surat di rumah sakit dan 1 surat di polres.

Aku beruntung dalam hal transportasi tidak repot karena Rembang – Jakarta bisa dijangkau dalam semalam dengan bus yang bisa dipesan dengan santai, bisa beli tiket pada hari H. Kereta api dan pesawat terbang harus dipesan sebelum hari H. Di samping itu, juga ada saudara di Jakarta yang tinggal tidak begitu jauh dari BKN. Transportasi umum pun cukup mudah.

 

Belajar Materi dan Latihan Soal TKD

Setelah pemberitahuan TKD keluar, aku mulai serius belajar materi TKD dari berbagai sumber, antara lain:

  1. Buku “Buku Sukses CPNS/ASN 2014” terbitan Bimbel Akses CPNS
    Buku ini adalah andalan sebagian besar lulusan STAN. Buku ini dikerjakan oleh rekan-rekan sesama mahasiswa/alumni STAN. Harganya cukup murah Rp40.000 (harga khusus alumni) / Rp50.000 (harga beli langsung di penerbit) / Rp60.000 (harga beli di Gramedia). Keunggulan buku ini adalah dilengkapi dengan materi, soal per materi, prediksi, dan pembahasannya. Sayang sekali meski aku menaruh ekspektasi tinggi pada buku ini, ternyata di beberapa bagian masih ada kesalahan.
  2. Buku “Panduan Pintar Lolos Tes CPNS” terbitan Indonesia Tera
    Buku ini adalah salah satu buku CPNS paling murah yang kutemui di Gramedia, harganya hanya Rp26.000. Keunggulan buku ini adalah ukurannya yang mungil, sekitar A5 saja, jadi lebih mudah dimasukkan ke tas. Buku ini “lebih santai” untuk dibaca di atas kereta/bus, karena mayoritas buku CPNS ukurannya sekitar A4. Selain itu, buku ini juga memuat jawaban langsung di bawah soal, jadi tidak repot bolak-balik halaman. Sepertinya buku ini memang didesain “lebih santai” dibandingkan buku CPNS pada umumnya.
  1. Try Out TKD STAN Online oleh Akses CPNS
    Dalam try out ini memang masih sering ditemukan kesalahan. Tapi yang paling penting adalah try out ini diadakan secara rutin dan ada pemeringkatan. Jadi secara tidak langsung kami “dipaksa” belajar tiap minggu dan tanpa sadar berusaha mencapai peringkat lebih tinggi. Ini adalah unsur “gamification” yang tentu saja tidak dapat ditemukan di softcopy atau buku cetak.
  2. Softcopy dari berbagai sumber
    Folder “TKD” di laptopku per hari ini berukuran 1,6 GB dan mengandung 1278 file, 167 folder. Dari sekian banyak soal dan materi, ternyata hanya sekian file saja yang kubaca.
  3. Wikipedia
    Wikipedia adalah sahabat para pembelajar yang pemalas. Hehehehe.

Saranku, tidak usah beli buku banyak-banyak karena kemungkinan hanya satu buku saja yang tersentuh. Cukup beli satu buku “serius” seperti yang nomor 1 di atas.  Kalau ada uang, dan di toko buku ada stoknya, beli juga satu buku “santai” seperti yang nomor 2 di atas. Sebelum membeli, pastikan isi buku relevan dengan materi TKD yang diujikan, karena sebagian buku juga memuat tes bahasa Inggris yang tidak ada dalam TKD.

Selain itu, perlu juga latihan soal dan mengikuti try out secara rutin. Latihan soal bisa kita kerjakan dari buku yang sudah dibeli dan try out dari situs-situs CPNS. Aku sendiri sudah mengerjakan 6 paket prediksi dari buku dan 11 paket try out online sebelum mengikuti TKD. Kalau ditotal aku sudah melakukan 17 kali simulasi penuh, atau mengerjakan 1700+ soal dan menghabiskan 24+ jam untuk mengerjakan soal. Ini belum termasuk membaca pembahasan, membaca materi, dan mengerjakan soal-soal kecil-kecilan. -_-

(Bersambung)

Komentar Pemirsa